TABLIGH AKBAR SONGSONG ROMADHON 1437H

TABLIGH AKBAR KAUMAN

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Corrupti vero assumenda aliquid voluptatibus quos vitae, ratione aut, maiores quo odio consectetur dolorum velit, recusandae, in. Non natus, beatae quos officiis. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Corrupti vero assumenda aliquid voluptatibus quos vitae, ratione aut, maiores quo odio consectetur dolorum velit, recusandae, in. Non natus, beatae quos officiis. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Corrupti vero assumenda aliquid voluptatibus quos vitae, ratione aut, maiores quo odio consectetur dolorum velit, recusandae, in. Non natus, beatae quos officiis. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Corrupti vero assumenda aliquid voluptatibus quos vitae, ratione aut, maiores quo odio consectetur dolorum velit, recusandae, in. Non natus, beatae quos officiis. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Corrupti vero assumenda aliquid voluptatibus quos vitae, ratione aut, maiores quo odio consectetur dolorum velit, recusandae, in. Non natus, beatae quos officiis.

Keutamaan Hari Asyura (10 Muharram)

Segala puji bagi Allah pemelihara seluruh alam, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul mulia, Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Wa ba’du:

Diantara nikmat Allah Ta’ala yang diberikan atas hamba-hamba-Nya, adalah perguliran musim-musim kebaikan yang datang silih berganti, mengikuti gerak perputaran hari dan bulan. Supaya Allah Ta’ala mencukupkan ganjaran atas amal-amal mereka, serta menambahkan limpahan karunia-Nya.

Dan tidaklah musim haji yang diberkahi itu berlalu, melainkan datang sesudahnya bulan yang mulia, yakni bulan muharam. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah  radiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل } رواه مسلم في صحيحه

Puasa yang paling utama setelah puasa bulan ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan muharam, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (HR.Muslim).

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menamai bulan muharam dengan bulan Allah, ini menunjukan akan kemuliaan dan keutamaannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan sebagian makhluk-Nya terhadap sebagian yang lainnya, serta mengutamakannya dari sebagian yang lainnya.

Lanjutkan membaca →

Letter form Japan

In the name of God ( Jehovah.
Yahweh. Arabic「الله」( Allah ) . ) .
Peace.
I am Japanese Christian Abdullah.

God is one.
Noah, Abraham, Moses, Jesus Christ, Muhanmado is His Messengers.

God’s names is numberless.

Islam ( Pure. Peace. Obedience. Obey to God. ) is Adam, Noah, Abraham, Moses, Jesus Christ, Muhanmado ( Peace )’s religion.

In The translation Quran a place
「Christian」 is The Arabic Quran
「نصاري 」( Nasaaraa ) .

「نصاري 」( Nasaaraa ) is English「Nazarene」.

Jesus Christ came from Nazare.
Jesus was Nazarene.

In the translation Quran,
a place「Christian」is mistake.
「Nazarene」is right.

Jesus is Arabic「 عيسى 」( iisaa ) .
Christ ( Messiah ) is Arabic「 المسيح 」
( Masiihu ) .

True Muslim is true Christian.

True Islam is true Christianity
( Jesus Christ ( المسيح عيسى )’ s religion ) .

Adam, Noah, Abraham, Moses, Jesus
Christ, Muhanmado ( Peace ) is Muslims.

The Quran is perfect true Bible.
Bible is meaning 「Holy book」etc.
Old Bibles was falsification in places from bad old peoples.

Testimony is old Bible is many types.
The Quran is One type.
All should read The Quran.

I heard & believe, this world’s musical
instrument performance is sin.

The world’s to come’s paradise music is eternity.

Tabaco’s smoke is danger.
Chin’s long mustache is important.

Ladies should hide skin.
loose size wear.

Lanjutkan membaca →

Al-Quran: Sumur Yang Tak Pernah Kering

Ada sebuah pengalaman yang sulit saya lupakan, ketika salah seorang sahabat saya berkomentar dengan sangat serius. Ironis, kata salah seorang sahabat saya dalam satu kesempatan pengajian “Sabtu  Pagi”   (22   Mei  2010)   untuk   segenap  keluarga   besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto, di masjid kampus ini, yang sengaja diselenggarakan untuk  ber-muhâsabah,  dengan tema utama:  “Menjadi   Insan  Kamil   dengan Tazkiyatun   Nafs”[2],   yang  secara   mendadak   ‘saya’  diberi   amanah   untuk mengantarkannya. Kata salah seorang sahabat saya (yang diberi amanah menjadi salah  seorang   dosen   di  perguruan   tinggi   ini),  di   ketika   “kita”  mengalami kegamangan dalam hidup kita; di saat kita hadapi sejumlah persoalan hidup yang tak kunjung usai; di dalam kerinduan kita untuk menjumpai kedamaian dalam hidup kita; “Kita” – umat Islam – justeru berpaling dari al-Quran. Al-Quran – kini — telah banyak kita sia-siakan, untuk hanya sekadar kita baca (itu pun kalau masih sempat), dan kemudian kita biarkan terkulai tak berdaya sebagai mush-haf kurang bermakna, karena berhimpit dengan onggokan naskah-naskah profan buku-buku kita yang – bahkan – lebih sering kita hormati lebih dari mush-haf (kitab) suci itu, kumpulan wahyu ilahi yang telah – dengan sangat hati-hati dan sungguh-sungguh – dibukukan oleh para sahabat nabi s.a.w. dan as-salaf al-shâlihyang – dengan keikhlasan — mereka persembahkan   kumpulan  wahyu   Allah   itu untuk umat  Islam yang (kelak) memerlukannya.

Lanjutkan membaca →

Panduan I’tikaf di Bulan Ramadhan

Makna I’tikaf—

I’tikaf menurut bahasa adalah tidak terpisah, melekat, menetap berdiam diri pada sesuatu. Sedang menurut syari’at adalah tinggal dan menetap di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. (Lihat: al-Fiqh al-Islâmiy wa Adillatuh, III/1749, Fiqh al-Sunnah, I/433)

—Para ulama sepakat bahwa I’tikaf  khususnya 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnahkan. Dasarnya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah.

—Dalil dari al-Qur’an adalah firman Allah:

—وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ ءَايَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

—(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.” (QS. Al Baqoroh: 187)

Lanjutkan membaca →