CERITA TENTANG PIRING DAN AMAL

Ada  dermawan yg meminjamkan 4 piring kpd  4 org pemuda . Masing2 mendapatkan pinjaman 1 buah piring dan semua piring itu dalam keadaan bersih tanpa noda dan ia berpesan pd mereka semua untuk segera mengembalikan piring tersebut bila telah selesai bagaimanapun keadaannya.

Pemuda yang pertama karena suatu hal ternyata tidak jadi menggunakan piring tersebut dan mengembalikan piring itu kpd Dermawan tadi. Karena piringnya masih bersih maka Dermawan tadi langsung memasukkan kembali piringnya di dalam almari.

Pemuda yang kedua memakai piring tersebut dan setelah selesai memakainya kemudian mencucinya hingga bersih dan segera mengambalikan kepada Dermawan tersebut. Karena piring sudah bersih, Dermawan itu langsung memasukkannya di dalam almari.

Pemuda yang ketigapun juga memakai piring tersebut dan setelah memakainya kemudian juga segera mencuci dan mengembalikannya kepada Sang Dermawan. Dermawan tersebut melihat lihat piring tersebut yang ternyata masih terdapat sisa sisa kotoran makanan, kemudian Sang Dermawan tersebut  segera mencuci piring tg masih tersebut dengan segala cara baik dengan sabun maupun dengan air panas agar lemak yang masih menempel pada piring tersebut bisa hilang dan kembali bersih, dan setelah piring tersebut bersih Sang Dermawan segera memasukkan piring tersebut di dalam almari.

Pemuda yang ke 4 juga memakai piring tersebut untuk makan, namun karena sembrono dan tidak hati-hati maka piring tersebut justru jatuh dan pecah. Namun seperti pesan Sang Dermawan bahwa mereka harus tetap mengembalikan piring tersebut bagaimanapun keadaannya, maka pemuda yang ke 4 pun juga segera mengembalikan piring tersebut kepada Sang Dermawan. Sang Dermawanpun juga tetap menerima piring pecah tersebut, dan karena piring terebut sudah tidak dapat digunakan maka Sang Dermawan langsung membuang piring tersebut ke tempat sampah.

Setiap manusia diberikan nyawa untuk hidup sesuai waktu yang telah ditentukan. Dan setiap manusia bebas menggunakan masa hidupnya sekehendak hatinya. Dan setiap manusia bebas untuk berbuat kebaikan atau kemaksiatan.

Sedikit cerita itu menggambarkan bagaimana kelak amal kita akan dinilai.

Pemuda pertama tidak jadi menggunakan piring yang telah dipinjamkan kepadanya, hal ini menggambarkan  jika seseorang yang hidup, namun ternyata ia telah meninggal sebelum usia baligh atau dewasa , karena orang yg belum dewasa terbebas dari kesalahan dan dosa dan segala amalannya belum dicatat, maka dia dianggap masih bersih dan langsung dimasukkan surga, jika almari diibaratkan sebagai surganya.

Hal ini terjadi karena secara hukum orang yang belum baligh maka dia masih suci dan masih terjaga fitrahnya yaitu Islam, karena setiap manusia yang lahir dalam keadaan islam, sehingga kesalahan yang diperbuatnya belum dianggap dosa , sebagai mana firman ALLAH :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al ‘Araf : 172)

Dan juga hadits yang mengatakan :

كُلُّ إٍنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُهُ عَلى الفِطْرَةِوَأَبَوَاهُ بَعْدُىُهَوِّدَانِهِ وَىُنَصِّرَانِهِ وَىُمَجِّسَانِهِ فَإِنْ كَانَ مُسْلِمَيْنِ فَمُسْلِمٌ كُلُّ إَنْسَانٍ تَلِدُهُ إُمُّهُ يَلْكُزُهُ الشَّيْطَانُ فِيْ حِضْنَيْهِ إِلاَّمَرْيَمَ وَابْنَهَا

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani dan majusi. Apabila kedua orang tuanya muslim maka anaknyapun akan menjadi muslim. Setiap bayi yang dilahirkan dipukul oleh syaitan pada kedua pinggangnya kecuali Maryam dan anaknya (Isa). (HR.MUSLIM)

Pemuda yg ke 2, dia telah menggunakan piring tersebut sehingga kotor, namun ia segera mencucinya hingga bersih dan setelah mengembalikan kpd pemilik maka pemilik langsung memasukkannya dalam almari, diibaratkan bahwa setiap manusia mempunyai kesalahan, namun setelah bertaubat dengan benar maka kesalahan kita terhapuskan, maka setelah kembali kpd Allah langsung diampuni dan dimasukkan dlm Surga

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)

Serta sabda Rosulullah:

حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً »

Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.”

Dari Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdillah dari ayahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ

Orang yang bertaubat dari suatu dosa seakan-akan ia tidak pernah berbuat dosa itu sama sekali.

Pada pemuda ke 3, dia juga mencuci piringnya namun karena masih ada kotorannya maka pemiliknya mencucinya lebih dahulu sebelum disimpan. Hal ini adalah gambaran bahwa dia juga melakukan kesalahan dan juga bertaubat, namun mungkin karena taubatnya kurang bersungguh2 maka ada sebagian dosanya yang belum terampuni sehingga Allah harus mencuci dosa dan kesalahan kita di neraka sesuai dengan seberapa banyak kesalahan kita yang masih tersisa.

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، ثُمَّ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَخْرِجُوْا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيْمَانٍ، فَيُخْرَجُوْنَ مِنْهَا قَد ِاسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهْرِ الْحَيَاءِ -أَوِ الْحَيَاةِ، شَكَّ مَالِكٌ- فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا تَنْبُتُ الْحَبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ، أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً؟

“Setelah penghuni Surga masuk ke Surga, dan penghuni Neraka masuk ke Neraka, maka setelah itu Allah Azza wa Jalla  pun berfirman, ‘Keluarkan (dari Neraka) orang-orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi iman!’ Maka mereka pun dikeluarkan dari Neraka, hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam (bagaikan arang). Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh (berubah) sebagaimana tumbuhnya benih yang berada di pinggiran sungai. Tidakkah engkau perhatikan bahwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?” [6]

[6]. HR. Al-Bukhari (no. 22)

Hal ini menggambarkan bahwa setiap manusia yang beragama Islam kelak akan dimasukkan ke dalam surga bagaimanapun keadaannya, asalkan mereka masih punya keimanan.

Pada pemuda yg ke 4, dia telah memecahkan piring yang dipinjamkan kepadanya karena ketidak hati-hatiannya sehingga oleh pemilik langsung dibuang karena sudah tidak berguna. Hal ini menggambarkan bahwa karena sembrono dan tdk hati-hati sehingga dia jatuh dalam kekafiran, dan Allah tidak akan semua menerima amalan orang kafir, karena tidak mempunyai amal kebaikan yang bisa diterima Allah maka Allah akan langsung memasukkannya ke Neraka dan tidak akan keluar dari sana, seperti piring yang telah pecah tsb.

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah : 257)

وَعَدَ الله الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

So,…..

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Abu Zahra   23/08/2011

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *