Program Kegiatan Masjid Gedhe Kauman

Dalam hal ini kegiatan Masjid dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Kegiatan Rutin
a. Shalat rawatib berjemaah lima waktu
b. Adzan Awwal
c. Penyediaan fasilitas Shalat Lail (jam 03.00 WIB)
2. Kegiatan Periodik
a. Pengajian umum, setiap hari Kamis ba’dah shalat Maghrib
b. Taddarus safari al-Qur’an, setiap hari Kamis ba’da shalat Isya’ (bergiliran)
c. Penyelenggaraan shalat Jum’at
d. Kajian tafsir fiqih/ kitab kuning, setiap hari Jum’at ba’da shalat Maghrib
e. Pengajian berbahasa Jawa, setiap hari sabtu ba’da shalat Subuh
f. Kajian tafsir al-Qur’an, setiap hari Sabtu ba’da shalat Maghrib
g. Pengajian anak-anak setiap hari Sabtu ba’da shalat Maghrib
h. Pengajian remaja, setiap hari Ahad pertama (setiap bulan sekali)
i. Mubalighin, setiap hari Ahad siang ba’da shalat Ashar
j. Kursus seni baca al-Qur’an setiap senin petang
k. Penyelenggaraan shalat Tarawih berjema’at ba’da shalat Isya’ setiap bulan Ramadlan
l. Penyelenggaraan shalat Tarawih berjema’at dini hari pada bulan Ramadlan
m. Penyelenggaran caramah agama dan buka puasa bersama/ ta’jil pada bulan Ramdlan
n. Pengajian menyambut Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadlan
o. Pesantren Kilat untuk rmaja
p. Pembatalan/ Buka Puasa bersama ba’da shalat Subuh setiap tanggal satu Syawal
q. Penghimpunan dan penyaluran zakat Fitrah pada setiap Idul Fitri
r. Penghimpunan, pemotongan dan penyaluran hewan Qurban pada setiap Idul Adha
s. Penyelenggaraan pengajian/ Dakwa empat kali sehari selama sepuluh hari berturt-turut pada bulan maulud (sekaten)
t. Penyelenggaran pasar rakyat di halaman Masjid pada setiap perayaan Sekaten
u. Penyelenggaran Silaturrahmi Antar siswa SD/ MI Kota Yogyakarta (SILASKOTA) tiap bulan maulud setiap tahun, yang dikonsep dengan ajang lomba agama bagi siswa-siswi SD/MI
v. Penyelenggaraan Donor Darah setiap empat bulan sekali bekerja sama dengan PMI
w. Buka Puasa Arafah bersama setiap tanggal Dzulhijjah
3. Kegiatan Insidentil
a. Upacara pengucapan ikrar Dua Kalimat Syahadat/ peng-Islaman
b. Penyelenggaraan Ijab Qabul/ Walimatul Urs
c. Upacara Pelepasan Jenazah
d. Penyelenggaran seminar, raker dan sebagainya oleh lembaga-lembaga lain
e. Penampungan pangungsi pasca Gempa Bumi tanggal 27 Mmei 2006
f. Penyelenggaraan Dapur Umum untuk menyediakan bantuan makan dan minum bagi pengungsi tiga kali/ Hari
g. Santunan kepada Musafir yang terlantar/ kehilangan
h. Penghimpunan dan pengiriman bantuan untuk musibah bencana alam (gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai/ angin puting beliung, kebakaran, banjir dan lain-lain).
D. Masjid Gedhe Kauman dilihat dari Fungsi Sosialnya
Masjid Gedhe Kauman yang merupakan salah satu struktur dari sistem sosial di Yogyakarta, dan masyarakat kampung Kauman pada khususnya. Tidak jauh berbeda dengan lembaga-lemabag lain yang memiliki fungsi sosial. Sesuai dengan teori struktural fungsionalisme yang dikembangkan oleh Talcott Parsons dengan empat fungsi yang penting untuk semua sistem tindakan agar mampu bertahan, pertama adaptasi, yaitu sebuah sistem harus mampu menanggulangi situasi eksternal yang gawat. Sistem harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Masjid Gedhe Kauman sebagai lembaga yang didirkan oleh sultan asta nama Keraton Yogyakarta tentu sangat diterima oleh masyarakat sekitar, selain sebagai sarana untuk beribadah masyarakat dan juga sebagai wadah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang di hadapi masyarakat, seperti halnya masalah waris, perceraian, perkawinan, dan sebagainya. Seperti halnya pada masa-masa sebelum dan paska penjajahan.
Pada sebelum dan masa kemerdekaan, Masjid Gedhe Kauman mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam sejarah perjuangan masyarakat melawan penjajah karena masjid ini menjadi tempat berkumpulnya massa dan merupakan markas utama melawan penjajah. Setiap kali ada penyerbuan, pasukan yang terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat pribumi diberangkatkan dari masjid ini. Seperti halnya penyerbuan markas Jepang di Kotabaru pada tanggal 7 Oktober 1945 oleh pejuang Yogyakarta yang tergabung dengan Polisi Istimewa dan Badan Keamanan Rakyat (Laskar Rakyat) yang kemudian dikenal dengan penyerbuan Kotabaru. Terbukti di Kotabaru terdapat monomen yang menandakan adanya pertempuran tersebut.
Pada masa Perjuangan Kemerdekaan RI, Masjid Gedhe Kauman sering dipergunakan oleh TNI bersama para pejuang Asykar Perang Sabil untuk menyusun strategi penyerangan melawan agresi Belanda. Para pahlawan Hizbullah yang gugur kemudian dimakamkan di sisi barat Masjid Gedhe Kauman, termasuk pahlawan nasional Nyai Hj. A Dahlan, area pemakaman tersebut dinamai dengan makam Syuhada’.
Pada masa sekarang pun masjid ini difungsikan sebagai tempat kegiatan masyarakat dengan syarat selama tidak mengganggu kegiatan rutin masjid seperti shalat jamaah lima waktu. Seperti pelaksanaan prosesi pernikahan di serambi masjid, dan sampai saat ini hampir tiap minggu terdapat prosesi pernikahan di area Masjid Gedhe Kauman, tutur Bapak Waslan Aslam selaku takmir masjid.
Kedua pencapaian, yaitu sebuah sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya. Pada masa-masa penjajahan sampai orde baru Masjid Gedhe Kauman tidak hanya berperan sebagai tempat beribadah masyarakat, tetapi juga sebagai benteng utama masyarakat dalam memperjuangkan dan mempertahnkan haknya sehingga banyak orang menyebut Masjid Gedhe Kauman sebagai simbol perjuangan masyarakat. Seperti pada zaman revolusi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, gedung Pajangan yang terletak di kanan kiri Regol masjid, dan biasa digunakan untuk para prajurit keraton (tentara kraton) untuk keamanan masjid dan setiap hari besar Islam, digunakan sebagai pusat Markas Ulama Asykar Perang Sabil (MU-APS) yang membantu TNI melawan agresi Belanda. Mereka mendorong semangat juang masyarakat yang tergabung dengan TNI dengan hal-hal religius, seperti tausyiah dan doa bersama.
Pada tahun 1965-1966 masjid ini sebagai sarana perjuangan Komponen Angkatan ’66 yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Persatuan Pelajar Indonesia) dan sebagainya dalam menumbangkan Orde Lama dan membubarkan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G 30 S PKI), begitu juga dengan aksi-aksi mahasiswa sebagai perjuangan Angkatan Muda pada saat Reformasi dalam menumbangkan rezim Orde Baru.
Ketiga integrasi, yaitu sebuah sistem harus mengatur hubungan antar bagian yang menjadi komponennya. Keempat pemeliharaan pola, sebuah sistem harus melengkapi, memelihara dan memperbaiki motivasi individual maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi. Dalam hal ini, Masjid Gedhe Kauman pada masa-masa seperti di atas dan pada masa reformasi merupakan satu-satunya lembaga yang berhasil mengatur hubungan antara berbagai komponen yang terdiri dari berbagai kalangan. Contoh kongkritnya ketika terjadi aksi yang dimotori oleh mahasisiwa, masyarakat kampung Kauman ikut mendukung dengan cara menyediakan makanan dan minuman gratis untuk diberikan kepada semua mahasiswa yang ikut serta dalam aksi tersebut, menyediakan tempat parkir gratis di wilayah kampung Kauman bagi mahasiswa yang berkendaraan, dan kesediaan takmir Masjid Gedhe Kauman untuk menampung seluruh mahasiswa di dalam masjid apabila terdapat hal-hal yang tidak diinginkan, memberikan semangat baru bagi mahasiswa karena merasa telah terlindungi dalam melaksanakan aksinya.
Kerusuhan pada tanggal 13-15 Mei 1998 yang berpusat di ibu kota Jakarta yang disebabkan oleh krisis finansial Asia dan disokong dengan tragedi Trisakti,[4] memicu semangat juang masyarakat dan mahasiswa Yogyakarta untuk mengadakan aksi pada malam tanggal 15 Mei 1998, aksi kali itu berupa aksi religius yaitu dengan shalat malam bersama dengan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa yang memenuhi alun-alun Keraton dengan Amin Rais sebagai Imam, namun rencana itu tidak berjalan dengan lancar karena ternyata Amin Rais yang diundang sebagai imam waktu itu tidak bisa hadir disebabkan terjebak kerusuhan di Jakarta, dan sebagai gantinya H. Budi Setiawan, ST sebagai ketua takmir meminta Amin Rais untuk membuat tulisan berisi semangat juang yang kemudian di fax dan dibacakan kepada jemaah shalat malam pada malam itu juga.
Voluntaristic Theory of Action
Melalui teon-teori Pareto dan Durkheim, Parsons membuat sintesis baru mengenai pola aksi manusia yang disebut Voluntaristic Theory of Action atau “teori aksi sukarela.” la menganggap bahwa individu bertindak karena adanya proses keputusan subjektif yang dilakukan secara sukarela. Proses pengambilan keputusan ini dipengaruhi oleh kondisi-kondisi tertentu, yaitu normatif dan situasional. Faktor-faktor normatif dan situasional ini melekat dalam benak individu, sehingga dalam melakukan aksinya, tidak ada faktor pemaksaan, karena seorang aktor akan melakukannya dengan sukarela. Eleman dasar yang membentuk “aksi sukarela” adalah ;
1. Aktor atau individu
2. Aktor dianggap sebagai orang yang ingin mencapai tujuan
3. Aktor mempunyai seperangkat alternatif alat untuk mencapai tujuan atau sasaran
4. Aktor dihadapkan oleh beberapa macam kondisi situasional, seperti kondisi biologis, keturunan, ekologi eksternal yang dapat menghalangi individu, yang semuanya mempengaruhi aktor dalam menentukan sasarannya, serta alat yang akan digunakannya untuk mencapai sasaran.
5. Aktor juga dipengaruhi oleh nilai-nilai, norma, dan ideologi yang semuanya mempengaruhi pemilihan sasaran dan bagaimana mencapai sasaran tersebut.
6. Maka, sebuah aksi (perbuatan) akan melibatkan aktor yang membuat keputusan subjektif untuk menentukan sasaran dan alat yang digunakannya, yang semuanya dibatasi oleh nilai dan norma serta kondisi situasional dari aktor tersebut.[5]
Upacara Grebek yang dilakukan pada hari-hari besar Islam yaitu 12 Maulud, 1 Syawal, dan 10 Besar/ Dzulhijjah sebebnarnya merupakan contoh praktis dari Keraton kepada masyarakat untuk bersedekah (shodaqoh), dalam tradisinya gunungan didoakan di Masjid Gedhe Kauman oleh penghulu Keraton sebelum dibagikan kepada masyarakat untuk kemudian di grebek atau diambil secara beramai-ramai. Maka sangat wajar jika masyarakat yang ada di lingkungan Masjid Agung Kauman, gemar bersedekah. Seperti yang telah di jelaskan di atas mengenai partisipasi masyarakat pada masa-masa perjuangan.
Untuk mempererat tali silaturrahim antar individu salah satu upaya yang dilakukan oleh takmir masjid adalah mengadakan buka bersama/ ta’jilan pada bulan suci Ramadlan yang diikuti oleh ratusan orang setiap harinya, dan pada hari raya idul fitrih setelah jamaah subuh pasti diadakan makan bersama sebagai tanda bahwa hari itu adalah hari diharamkannya puasa bagi umat Islam. Pada bulan Maulud sendiri acara skatenan yang dimulai pada tanggal 5-12 bulan Maulud terdapat pengajian umum yang selain dipergunakan sebagai sarana mempererat tali silaturrahim juga untuk memberikan wawasan ilmu keagamaan.
Pada saat bencana alam yaitu Gempa yang melanda Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006, takmir Masjid Gedhe Kauman menampung orang-orang yang terkena bencana di area masjid, takmir masjid memberikan izin kepada masyarakat untuk bertempat tinggal sementara di teras dan halam masjid, bahkan takmir mencarikan dana bantuan untuk menyantuni mereka serta juga menyediakan listrik yang dihasilkan dari alat pembangkit listrik berbahan bakar solar yang disediakan oleh takmir masjid, pada waktu itu masyarakat sempat tinggal beberapa waktu hingga keadaan benar-benar aman. Dan pada erupsi merapi tahun 2010, takmir masjid juga menampung beberapa pengungsi yang diletakkan di area masjid termasuk juga bangunan-bangunan yang berada di sekitar Masjid Gedhe Kauman sperti gedung Pajangan dan lain sebagainya yang bisa menampung pengungsi. Diceritakan oleh bapak Budi Stiawan ketika dia masih ada di luar kota untuk melihat keadaan masyarakat Lereng Merapi, pada waktu dini hari beliau menelpon temen-temen takmir Masjid Gedhe Kauman untuk membuka masjid dan menyalakan lampu serta menyediakan makanan untuk diberikan kepada orang-orang yang digiring oleh beliau untuk diungsikan di Masjid Gedhe Kauman, dan alhamdulillah masyarakat kauman dengan sukarela dan tanpa adanya paksaan juga ikut berpartisipasi dalam segala hal di antaranya menyediakan makanan untuk pengungsi, untuk menyantuni mereka takmir masjid melaporkan keadaan tersebut kepada pemerintahan setempat untuk kemudian mendapatkan dana bantuan.
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kampung Kauman khususnya, yang mengalami musibah berupa kematian, takmir Masjid Gedhe Kauman menyediakan kamar Sauobah yang terletak di sebelah utara masjid, yaitu tempat pemandian jenazah, takmir juga membantu sepenuhnya upacara penguburan janzah secara sukarela, mulai dari memandikan, mengkafani dan mensholati janazah dilakukan di masjid kemudian mengantarkan janazah sampai ke liang lahat.
Selain itu, di Masjid Gedhe Kauman ini terdapat Remaja Takmir Masjid Gedhe Kauman yang biasanya mengadakan kegiatan-kegiatan yang diikut sertakan dalam hari-hari besar Islam, misalnya SILASKOTA (Silaturrahmi Anak Shaleh Kota Yogyakarta) yang dikonsep dengan lomba-lomba yang berbau keislaman seperti lomba adzan, lomba ngaji, lomba shalawat dan lain-lain bagi siswa MI/SD. Kegiatan lain yang hampir setiap tahunnya diadakan adalah Baksos yang biasanya dilaksanakn di luar kota Yogyakarta, Misalnya kegiatan Baksos yang pernah dilakukan di kampung Dhawingwa, Bantul. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian atau pembagian sembako kepada warga sekitar. Remaja Takmir juga menyediakan media berupa stasiun radio yang masih belum setingkat swasta, karena memang baru-baru ini didirikannya, diantara kegiatannya meliput atau memberitakan kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung dan yang akan diselenggarakan oleh takmir Masjid Gedhe Kauman.
Kegiatan lain yang mendukung kesejah teraan masyarakat yaitu pemberian barang berupa sembako oleh takmir kepada masyarakat satu hari menjelang hari raya. Terdapat juga pelayanan kesehatan yaitu dengan cara mendirikan klinik untuk Lansia dan penggalangan donor darah secara gratis.
Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dan mewujudkan kemakmuran masjid serta masyarakat sekitar cukup memerlukan dana yang lumayan besar, dana tersebut sepenuhnya diambil dari masyarakat Kauman dan jemaah masjid melalui kotak infaq yang terletak di serambi masjid, dan setiap minggunya dana yang terkumpul hampir mencapai 34 juta rupiah, sedangkan bantuan dari pemerintah dana yang diperoleh hanya berkisar 40 juta rupiah tiap tahunnya, selain itu juga sebagian diambil dari dana yang terkumpul dari ZIS (Zakat, infaq dan shodaqah), mengingat kegiatan-kegiatan yang berlangsung sangat membutuhkan dana yang lumayan banyak. Seperti dana untuk pelaksanaan ta’jilan di bulan Ramadlan yang menghabiskan dana sebesar Rp.150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah). Dan perlu diketahui dalam menggalang dana yang terkumpul dalam bentuk ZIS tidak terdapat paksaat sedikitpun kepada masyarakat, hal itu termotifasi dari sultan sebagai seorang teladan masyarakat dan tokoh utama yang mendirikan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Wallahua’lam

sakawisata ad        Kauman adalah salah satu tujuan kampung wisata yang ada di Jogjakarta, tentu selain kawasan malioboro,taman pintar,taman sari,dan tentunya benteng Vedebrug. Kauman memiliki potensi untuk menjadi sebuah kampong wisata religi dengan masjid Gedhe Kauman menjadi icon utama dan daya tarik wisata yang kuat. Jenis perkampungan yang ada dikauman memiliki ciri khas yaitu susunan antar rumah masyarakat yang sangat rapat sehingga membentuk gang-gang yang kecil sehingga kita harus masuk ke gang-gang tersebut untuk menjamah sebuah rumah atau heritage yang memiliki sejarah di Kauman tersebut.

weberik

Blusukan memiliki arti yaitu sengaja menyesatkan diri untuk mengetahui sesuatu. Kemudian apa hubungan Kauman dengan Bluskan? Yaitu kauman merupakan asset sejarah nasional namun jarang sekali terjamah serta terekspose dan kebanyakan wisatawan pergi ke jogja yang pertama pengen dikunjungi adalah kawasan malioboro sehingga jarang sekali terfikir untuk wisata untuk bluksan di kampong religi yaitu kauman.

Saka wisata adalah lembaga resmi yang berusaha mengangkat serta mensyiarkan yang dimiliki oleh kampung Kauman kemudian Saka wisata bertugas untuk menyediakan fasilitas untuk wisatawan berupa guiding serta pemandu wisata untuk blusukan dikampung kauman melihat beberapa tempat atau heritage yang memiliki sejarah nasional yang jarang orang tahu dengan sejarah tersebut. Saka wisata juga berusaha menunjukkan keunikan yang ada dikampung kauman.  Keunikan yang ditawarkan adalah Keberadaan Masjid Gedhe Kauman Itu sendiri mulai Filosofi yang ada dimasjid itu sendiri, ornament, fungsi masjid dan semua yang berhubungan dengan masjid.

Untuk lebih jauh mengetahui detail mengenaik keunikan di Masjid Gedhe Kauman silahkan Kunjungi Blog di alamat berikut http://kembanggabus.wordpress.com/kembang-gabus/.

Innalillahi wa innailayhi rooji’uun
Telah meninggal dunia Ibu maridah, ibunda dari sdr Murfiandi, Ibu Yayanti atau nertua dr Bapak Joko hari ini jam 10.00
jenazah akan dimakamkan hari ini sesudah sholat dhuhur berangkat dari Langgar Maksmur weberik casinos

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakaatuh

Kaum muslimin yang berbahagia

Alhamdulillahhirobbil’alamin wassolatuwassholamu’ala asrofil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi washabihi ajmain amma ba’du.

Segala puji bagi AllahTuhan seluruh alam. Semoga shalawat dan salam tak henti-hentinya tercurah kepada junjuga Nabi kita Muhammad SAW bersama keluarganya sahahabatnya hingga umatnya sekarang ini.

Di bawah ini adalah tuntunan dalam melaksanakan salat Id, baik salat Idul Fitri maupun salat Idul Adha. Semoga bermanfaat

Salat Id adalah ibadah shalat sunah yang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Fitri. Salat Id termasuk dalam salat sunah muakkad, artinya salat ini walaupun bersifat sunah namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

Niat Salat

Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya.

Waktu dan tata cara pelaksanaan

Waktu salat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunahnya sama seperti salat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunah sebagai berikut :

  • Berjamaah
  • Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
  • Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
  • Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
  • Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua. Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
  • Imam menyaringkan bacaannya.
  • Khutbah dua kali setelah salat sebagaimana khutbah jum’at
  • Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum – hukum Qurban.
  • Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
  • Makan terlebih dahulu pada salat Idul Fitri pada Salat Idul Adha sebaliknya.

Hadits berkenaan

  • Diriwayatkan dari Abu Said, ia berkata : Adalah Nabi SAW. pada hari raya idul fitri dan idul adha keluar ke mushalla (padang untuk salat), maka pertama yang beliau kerjakan adalah salat, kemudian setelah selesai beliau berdiri menghadap kepada manusia sedang manusia masih duduk tertib pada shaf mereka, lalu beliau memberi nasihat dan wasiat (khutbah) apabila beliau hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah beliau putuskan,beliau perintahkan setelah selesai beliau pergi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
  • Telah berkata Jaabir ra: Saya menyaksikan salat Id bersama Nabi saw. beliau memulai salat sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atasBilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertaqwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai beliau turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya beliau memperingatkan mereka. (H.R : Muslim)
  • http://www.victoryag.org/outreach.htm

  • Diriwayatkan dari Ummu ‘Atiyah ra. ia berkata : Rasulullah SAW. memerintahkan kami keluar pada ‘idul fitri dan ‘idul adhha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari mushalla tempat salat Id, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da’wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata : Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. (H.R : Jama’ah)
  • Diriwayatkan dariAnas bin Malik ra. ia berkata : Adalah Nabi SAW. Tidak berangkat menuju mushalla kecuali beliau memakan beberapa biji kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah bilangan ganjil. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
  • Diriwayatkan dari Zaid bin Arqom ra. ia berkata : Nabi SAW. Mendirikan salat Id, kemudian beliau memberikan ruhkshah / kemudahan dalam menunaikan salat Jumat, kemudian beliau bersabda : Barang siapa yang maka shalat Jumat, maka kerjakanlah. (H.R : Imam yang lima kecuali At-Tirmidzi)
  • Diriwayatkan dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW. bertakbir pada salat Id dua belas kali takbir. dalam raka’at pertama tujuh kali takbir dan pada raka’at yang kedua lima kali takbir dan tidak salat sunnah sebelumnya dan juga sesudahnya. (H.R : Amad dan Ibnu Majah)
  • Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud ra. bertakbir pada hari-hari tasyriq dengan lafadz sbb (artinya) : Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada Illah melainkan Allah dan Allah maha besar, Allah maha besar dan bagiNya segala puji. (H.R Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih)
  • Diriwayatkan dari Abi Umair bin Anas, diriwayatkan dari seorang pamannya dari golongan Anshar, ia berkata : Mereka berkata : Karena tertutup awan maka tidak terlihat oleh kami hilal syawal, maka pada pagi harinya kami masih tetap shaum, kemudian datanglah satu kafilah berkendaraan di akhir siang, mereka bersaksi dihadapan Rasulullah saw.bahwa mereka kemarin melihat hilal. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan semua manusia (ummat Islam) agar berbuka pada hari itu dan keluar menunaikan salat Id pada hari esoknya. (H.R : Lima kecuali At-Tirmidzi)
  • Diriwayatkan dari Azzuhri, ia berkata : Adalah manusia (para sahabat) bertakbir pada hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka menuju tempat salat Id sampai mereka tiba di musala (tempat salat Id) dan terus bertakbir sampai imam datang, apabila imam telah datang, mereka diam dan apabila imam ber takbir maka merekapun ikut bertakbir. (H.R: Ibnu Abi Syaibah)

Referensi

  • (Indonesia) Kolom Aa GymDetik.com, Panduan Salat Idul Fitri dan Idul Adha((Indonesia)
  • (Indonesia)Tuntunan salat sunat, Dzikir.org
  • id.wikipedia.org/wiki/Salat_Id

Kurang lebihnya kami mohon maaf

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Pengurus Takmir

Seperti halnya lembaga-lembaga agama pada umumnya, di Masjid Gedhe Kauman terdapat struktur kepengurusan. Ini adalah susunan takmir Masjid Gedhe periode 2010-2015, diantaranya yaitu :

A. Pengurus Harian                    :
Ketua Umum                                 : H. Budi Setiawan, ST
Wakil Ketua                                    : Ir. H. Azman Latif.

  1. Sekretaris Umum                  : Drs. M Zamron Aslam
  2. Sekretaris                                 : H. M. Julianto Supriadi
  1. Bendahara Umum                 : Ir. H. Muh. Iftironi, M.La
  2. Bendahara                                : Drs. H. Radjiman

Seksi Humas – 1                           : Ir. Ahmad Yulianto
Seksi Humas -2                            : M. Rachman Kusuma                                                                                                                                                                    Seksi Penggalangan Dana – 1  : Drs. H. M. Fursan                                                                                                                                                                            Seksi Penggalangan Dana -2   : H. Adieb Uswar

B. Bidang Ibadah
Ketua                                                 : H. A. Saifuddin Amin, BA

Seksi Imam :
Ketua                                           : H. Badrzzaman
Anggota                                      : Drs. Muh. Haffan Zamhari, M.Ag

Seksi Muadzin
Ketua                                             : H. Edi Yanto
Anggota                                        : M. Khafi Riandi
Seksi Khatib Jum’at                       :
Ketua                                             : M. Djusam
Angota                                          : Dr.Djanan

Seksi Tatib Jama’ah
Ketua                                            : M. Gatot Supriyanto
Anggota                                       : Rohadi

Seksi Keputrian                            :
Ketua                                           :  SitiZakiah
Anggota                                      : Enfah Warnaningsih                                                                                                                                                                                                                                  : Iswandari                                                                                                                                                                                                                                                      : Uswatun Hasanah                                                                                                                                                                                                                                      : Sutiyah                                                                                                                                                                                                                                                            : Lies Zamron

C. Bidang Syi’ar
Ketua : Ngaliman, S.Pd I
Kord. Hari Besar : H. Edy Yanto
M. Satrio Rifa’i, SE
M Asrizal Noor, Amd
Kord. Kessosmas : Syahrir, S.Psi
Drs. Haryadi
M. Yusuf Fauzani
Feri Indiyanto, S.Kom

D. Bidang Pendidikan dan Dakwah
Ketua : Drs. H. A. Abadi Darban SU
Kord. Tarbiyah : Drs. M. Haffan Z Mpd
Wahyu Hidayat S.Ag
Kord. Dakwah : Drs. Imam Johari
H. Edy Yulianto SH, KN
Kord. Perpustakaan : Budi Cipto Wibowo
Kord. Remaja Masjid : Raditya Alfiantoro

E. Bidang Rumah Tangga
Ketua :
Kord. Kebersihan : Untung Herbianto
Kord. Konsumsi : M Hartono
Oprtr. AME : Irianto Cahyo Utomo
Saiful Barri
Kord. Kemanan : Drs. H. Asnawi A, N M.Si
Drs. M Zamron Aslam

F. Bidang Sarana dan Prasarana
Ketua : Ir. H. Munichy B E M. Arch
Kord. BSP : Ir. Arief Purwanto
Kord. AMamp;E : Akrom Nufitriyanto, ST
M Arri Rusdiyantara, ST
Pem. Property : Drs. M Chawari,
Drs. Widyastuti, M.Hum
Kord. Landscape : Ir. H. M. Iftironi M.La
M Zuhairi

G. Penggalian Dana
Ketua : H. Nasri Yunus Anis, SH
H. M. Fauzi
Drs. H. Zamzuri Umar, SU
Priyo Twiharsanto, ST

Edit